Tuesday, March 20, 2012

Pembunuhan Massal Terkejam Sepanjang Sejarah

 
1. Harry S. Truman (1945)

Tanggal 25 Juli 1945 President ke 33 AS Harry S. Truman, memerintahkan Angkatan Udaranya untuk mengririmkan pesawat Pembom B-29 pada Jepang di PD II, tidak lama setelah ia diangkat menjadi president menggantikan Roosevelt yang meninggal pada 12 April 1945.

Bom pertama ia jatuhkan diatas kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan selang tiga hari kemudianBom ke dua ia jatuhkan diatas kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945, kedua bom tersebut sedikitnya menewaskan 120.000 orang dan 100.000 orang terluka parah, yang mengakhiri Perang Dunia ke II setelah Kaisar Hirohito menyerah pada sekutu tanggal 14 Agustus 1945.

2. Genghis Khan (1206-1227)
Genghis Khan’s menandai perang di Asia ini dengan pemusnahan besar-besaran pada skala yang sangat besar dan mengubah situasi demografis di Asia. Menurut karya sejarawan Rashid-ad-Din Fadl Allah, Suku Mongol melancarkan pembunuhan besar-nesaran lebih dari 700.000 orang di Merv dan lebih dari satu juta di Nishapur.

Cina menderita penurunan drastis populasi sebagai akibat dari Khan.sebelum invasi Mongol, Cina memiliki sekitar 100 juta penduduk, setelah selesai penaklukan,tahun 1279, yang dalam sensus 1300 menunjukkan memiliki sekitar 60 juta orang.tentu saja, berarti bahwa Jenghis Khan’s secara langsung bertanggung jawab atas kematian 40 juta orang, tetapi ia memberikan rasa dari keganasan serangan hebat.


3. Benito Mussolini (Ethiopia, 1936; Yugoslavia, WWII)
Lebih dari 400.000 warga Italia terbunuh ketika PD II Dan 30.000 Warga Ethiopia ketika Itali meng invasi Ethiopia.

4. Idi Amin (Uganda, 1969-1979)
Untukmengamankan Rezim militernya, Amin meluncurkan sebuah kampanye penganiayaan terhadap suku saingannya dan pendukung Obote , Membunuh antara 100.000 dan 500.000 (kebanyakan sumber mengatakan 300.000). Di antara mereka yang mati adalah warga negara biasa, dewan kabinet, mantan menteri Kabinet, ketua keadilan, hakim Mahkamah Agung, diplomat, akademisi, pendidik, tokoh Roman Katolik dan klerus Anglikan, birokrat senior, praktisi medis, bankir, pemimpin suku, bisnis eksekutif, jurnalis dan sejumlah orang asing. Dalam beberapa kasus mayat -mayat tersebut banyak yang dilempar ke sungai Nil sehingga dam atau bendungan menjadi tersumbat karena mayat-mayat itu.

5. Saddam Hussein (Iran 1980-1990 and Kurdistan 1987-88)
Mendekati dua juta orang , termasuk 150.000 dan 340.000 warga Iraq dan antara 450.000 dan 730.000 Warga Iran selama perang Iran - Iraq. Diperkirakan 1000 warga Kuwaiti di bunuh ketika meng invasi Kuwait . Tidak ada angka pasti namun diperkirakan 100.000 orang suku Kurdi dibunuh atau “menghilang”. Tidak hanya itu shia Muslim yang tewas selama Hussein memerintah diperkirakan antara 60.000 dan 150.000 orang dengan ditemukannya Kuburan massal oleh tentara AS pada tahun 2003 setelah Saddam di gulingkan dan Sekitar 500.000 anak-anak Irak mati karena sanksi internasional perdagangan, setelah Perang Teluk.

6. Jean Kambanda (Rwanda, 1994)
Rwanda pada 1994 adalah massa pembunuhan ratusan ribu rakyat Rwanda dari suku Tutsis minoritas dan Suku Hutu Mayoritas. Selama sekitar 100 hari, pembunuhan dari daerah Juvénal Habyarimana pada 6 April hingga pertengahan Juli, setidaknya 500.000 orang tewas. Sebagian besar dari perkiraan adalah korban jiwa antara 800.000 dan 1.000.000. Jean Kambanda (lahir 19 Oktober 1955) Jean Kambanda adalah Perdana Menteri terkejam yang pernah memerintah Rwanda

7. Leonid Ilyich Brezhnev (Afghanistan, 1979-1982)
Adalah Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet (pemimpin politik dari USSR) selama perang di Afghanistan, juga dikenal sebagai Perang Soviet-Afganistan atau Invasi Soviet ke Afganistan. Lebih dari 1 juta Orang Afganistan dibunuh. 5 juta Afghans melarikan diri ke Pakistan dan Iran . 2 juta Afghans lain yang terlantar di dalam negara. Pada tahun 1980-an, satu dari dua pengungsi di dunia adalah orang Afghanistan.

8. Menghistu (Ethiopia, 1974-91)
Dari 1974 samapi 1991, rezim Mengistu “Dergue” bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia dalam skala besar. Puluhan ribu Rakyat Ethiopia disiksa, dibunuh atau “diculik.” Puluhan ribu orang tewas juga sebagai akibat dari pelanggaran hukum kemanusiaan dan konflik bersenjata dalam negri. diduga lebih dari 100.000, meninggal akibat dipaksa untuk di pindahkan oleh rezim Mengistu. Beberapa ahli percaya ratusan ribu mahasiswa, cendekiawan dan politisi (termasuk Kaisar Haile Selassie) dibunuh selama Mengistu’s memimpin. Ini adalah pelanggaran yang didokumentasikan dalam Human Rights Watch’s 1991, juga di bukukan dengan judul : 30 tahun pengalaman dalam Perang dan kelaparan di Ethiopia.

9. Kim Il Sung (Korea Utara, 1948-94)
Sekitar tiga juta orang tewas dalam Perang Korea 1948 - 1951. Antara 600.000 sampai satu juta orang Korea Utara kelaparan sampai mati karena ekonomi warisan dari rezim Kim’s. (Beberapa laporan menyatakan bahwa sebanyak tiga juta orang kelaparan.)

10. Pol Pot (Cambodia, 1975-79)
Penyebab kematian 750.000 sampaii 1.7 juta orang kamboja sekitar 26% dari populasi penduduk. karena kekejamannya “membersihkan” masyarakat dari kapitalisme, budaya barat, agama dan pengaruh asing, rakyatnya dipaksa untuk bertani. Karena kerja paksa itulah kemudian banyak warganya yang tewas terkenal dengan ” The Killing Field” Ladang pembunuhan.

Nama sebenarnya dalah Saloth Sar setelah diangkat menjadi Perdana Menteri Kamboja kemudian diganti menjadi Pol Pot Singakatan dari “Politique potentielle” Potensi Politik.

12. Hideki Tojo (Japan, 1941-44)
Tojo dianggap bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 8 juta warga sipil di China, Korea, Filipina, Indocina, dan di negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya, serta pembunuhan terhadap puluhan ribu Tawanan perang Sekutu (POWs).

13. Adolf Hitler (Germany, 1939-1945
Adolf Hitler (20 April 1889 - 30 April 1945) adalah seorang politikus yang lahir diAustria- pemimpin Partai Nasional Pekerja Sosialis Jerman (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei NSDAP), atau Nazi. Dia menjabat sebagai Kanselir Jerman (1933-1945) atau Führer und Reichskanzler Jerman (1934-1945). Tujuan nya untuk merebut teritorial dan penaklukan ras yang menyebabkan kematian dari 43 juta orang dan sekitar enam juta orang Yahudi, termasuk Genosida sistematis apa yang dikenal sebagai Holocaust.

14. Joseph Stalin 5 maret 1953
Sekitar 20 juta Orang mati karenanya diantaranya 14,5 juta yang mati kelaparan. Setidaknya satu juta orang di eksekusi mati karena menentang kebijakan politiknya. Sekurang-kurangnya 9,5 juta lebih dideportasi, diasingkan atau dipenjarakan di kamp kerja, diperkirakan lima juta orang dikirim ke ‘Kepulauan Gulag’ dan tidak pernah kembali.

15. Mao Ze-Dong (China, 1958-61 and 1966-69)
Mao Zedong adalah pemimpin dari Partai Komunis Cina dari 1935 sampai kematiannya pada tahun 1976. ia adalah pembunuh massal terbesar dalam sejarah, bahkan pembunuhan Joseph Stalin dalam hal ini. Sekitar 70 juta Cina, dan tidak terhitung orang Tibet, Mongolians, Manchus, Korea, Hmong, Uyghurs, dan negara lain, yang tewas ditangannya ketika ia memerintah China..

Jendral Erwin Rommel

 
Selama PD II Jerman memang banyak memiliki panglima perang berkualitas jempolon. Salah satunya adalah adalah Erwin Rommel. Kehebatan taktik perang pria asli Jerman ini membuat Jenderal yang satu ini disegani baik oleh Inggris maupun AS.
Lahir di Heidenheim, sekitar Ulm Jerman, Erwin Rommel bukan keturunan militer. Ia berasal dari rakyat sipil kalangan menengah. Perjalanan militernya dimulai saat Rommel mendaftar sebagai kadet pada sekolah infanteri di Danzig (Danzig Infan School) pada tahun 1910.

Dua tahun kemudian Ia ditempatkan dalam unit operasional dengan pangkat letnan. Seperti umumnya perwira-perwira muda jaman itu, Letnan Erwin Rommel juga ikut terlibat dalam PD I. Antara tahun is ditempatkan di Perancis dan dianugerahi medali Iron Cross kelas satu. Prestasi yang lumayan menyolok justru diperlihatkan menjelang akhir PD I di Italia. Kala itu la berhasil memimpin kompinya merebut posisi yang diduduki musuh dan menawan personel plus 80 pucuk beragam persenjataan. Atas keberaniannya pemerintah Jerman kembali memberi bintang jasa yaitu Sebuah penghargaan tertinggi.

PERTEMPURAN AMBARAWA

 
Pertempuran Ambarawa berlangsung empat hari, dari 13-15 Desember 1945. Semangat juang pasukan TKR menjadi penentu kemenangan dalam melawan musuh.

Awal Pertempuran

Perjuangan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dipimpin Jenderal Soedirman pada pertengahan Desember 1945, membuat tentara sekutu terjepit dan akhirnya mundur dari Ambarawa menuju Semarang. Walaupun dihadang dengan seluruh kekuatan persenjataan modern serta kemampuan taktik dan strategi sekutu, para pejuang RI tak pernah gentar sedikitpun. Mereka melancarkan serangan dengan gigih seraya melakukan pengepungan ketat di semua penjuru kota Ambarawa. Dengan gerakan pengepungan rangkap ini sekutu benar-benar terkurung dan kewalahan.
Jenderal Soedirman sebagai pemimpin pasukan menegaskan perlunya mengusir tentara sekutu dan Ambarawa secepat mungkin. Sebab sekutu akan menjadikan Ambarawa sebagai basis kekuatan untuk merebut Jawa Tengah. Dengan semboyan “Rawe-rawe rantas malang-malang putung, patah tumbuh hilang berganti”, pasukan TKR memiliki tekad bulat membebaskan Ambarawa atau dengan pilihan lain gugur di pangkuan ibu pertiwi.

SEJARAH PERANG SALIB

Awal mula Perang Salib adalah Perang antar Gereja dan Yahudi, jadi bukan bermula Perang antara Kristen dan Islam, yang penengertian umum saat ini.

Perang Salib Pertama dilancarkan pada 1095 oleh Paus Urban II untuk mengambil kuasa kota suci Yerusalem dan tanah suci Kristen dari Muslim. Apa yang dimulai sebagai panggilan kecil untuk meminta bantuan dengan cepat berubah menjadi migrasi dan penaklukan keseluruhan wilayah di luar Eropa.

Baik ksatria dan orang awam dari banyak negara di Eropa Barat, dengan sedikit pimpinan terpusat, berjalan melalui tanah dan laut menuju Yerusalem dan menangkap kota tersebut pada Juli 1099, mendirikan Kerajaan Yerusalem atau kerajaan Latin di Yerusalem. Meskipun penguasaan ini hanya berakhir kurang dari dua ratus tahun, Perang salib merupakan titik balik penguasaan dunia Barat, dan satu-satunya yang berhasil meraih tujuannya.

Sejarah runtuhnya Uni Soviet / USSR (Union of Soviet Socialist Republics)

 
Uni Soviet mulai dibentuk sejak meletusnya Revolusi Rusia pada 25 Oktober 1917. Revolusi Rusia lahir sebagai reaksi kekecewaan rakyat terhadap Tsar Nicholas II yang despotis dan korup. Revolusi digerakkan kaum Bolsyewik yang berhaluan marxisme di bawah pimpinan Vladimir Ilyich Lenin.

Setelah berhasil merebut tampuk kekuasaan, sejak tahun 1922 Lenin mulai mengembangkan teritorial negara ke wilayah sekitarnya. la kemudian membentuk federasi dengan nama Uni Soviet. Mulai 30 Desember 1922, federasi ini terdiri dari 15 negara bagian, yaitu Rusia, Armenia, Azerbaijan, Belorusia, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgisia, Latvia Lithuania, Moldovia, Tadjikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan.
Pada tahun 1924 Lenin meninggal dan digantikan Joseph Stalin. Semasa tampil di panggung kekuasaan, Stalin sering menindas dan melenyapkan semua saingan politiknya. Tidak tanggung-tanggung, tokoh sekaliber Leon Trotsky yang berjasa dalam Revolusi Rusia dipecat dan dibunuhnya. Tatkala Stalin mampu mengukuhkan kekuasaannya, pada tahun 1952 Partai Uni Serikat Komunis (PUSK) diubahnya dengan nama baru Partai Komunis Uni Soviet (PKUS). la menjabat Sekretaris Jenderal PKUS sampai tahun 1953. Berkat kepiawaian politik, ia menjadi diktator yang mampu mengantarkan Uni Soviet menjadi negara komunis terkuat di dunia.